Communicative Characteristics in Communication Patterns between Students and Lecturers at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training through WhatsApp Social Media
Abstract
This study aims to identify the communicative character in the communication patterns between students and lecturers through WhatsApp social media, analyze the supporting factors, and reveal the inhibiting factors. This is qualitative field research employing a descriptive approach to understand the observed communication phenomena. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with participants consisting of students and lecturers at IAIN Kerinci. The findings indicate that communicative character plays a crucial role in building effective communication patterns between students and lecturers via WhatsApp. Key elements of communicative character include politeness, proper use of language, openness, message clarity, accuracy, consistency in replying, and mutual respect for time. Supporting factors comprise the ability to convey information, availability of time, awareness to maintain communication ethics, and mutual respect for opinions. Inhibiting factors involve differences in communication styles, unclear communication objectives, lack of response, time constraints, and limited communication skills. These findings highlight the need to strengthen digital communication ethics in academic environments, particularly in utilizing social media as an effective medium for learning interaction.
References
Aan Komariah, & Satori, D. (2013). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Astajaya, K. M. (2020). Etika komunikasi di media sosial. Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya, 15(1), 45–56.
Dicko Mifrian. (2021). Analisis kesantunan bahasa mahasiswa dalam pesan WhatsApp terhadap dosen. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(1), 12–25.
Ghony, M. D. (2016). Metodologi penelitian kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Hamida Syari. (2021). Penggunaan WhatsApp group sebagai sarana komunikasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan bimbingan skripsi. Jurnal Pendidikan, 3(2), 101–112.
Jumiatmoko. (2016). WhatsApp Messenger dalam tinjauan manfaat dan adab. Wahana Akademika, 3(1), 51–62.
Ketut Manik Astajaya. (2020). Etika komunikasi di media sosial. Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya, 15(1), 33–48.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York, NY: Bantam Books.
Mariana. (2020). Penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi jarak jauh. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2(1), 173–182.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muhammad Alwin. (2020). Media sosial WhatsApp sebagai media pembelajaran. Jurnal Pendidikan Digital, 4(2), 115–124.
Muhammad Mufid. (2009). Etika dan filsafat komunikasi. Jakarta: Kencana.
Nasrullah, R. (2016). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Nourma Oktaviani. (2023). Analisis nilai karakter sikap komunikatif. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(3), 14–22.
Pratamanti, E. D., Riana, R., & Setiadi, S. (2018). Kesantunan berbahasa dalam pesan WhatsApp mahasiswa yang ditujukan kepada dosen. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 20(2), 105–116.
Sari, A. F. (2020). Etika komunikasi. Tanjak: Journal of Education and Teaching, 1(2), 127–135. https://doi.org/10.35961/tanjak.v1i2.152
Saputra, S. (2020). Efektivitas komunikasi interpersonal dalam kegiatan pembelajaran melalui media WhatsApp group. Jurnal Ilmu Komunikasi Pendidikan, 7(1), 42–50.
Sidik, A. P., Sanusi, N., & Sangga, U. (2019). Pola komunikasi mahasiswa di media sosial: Studi etnografi komunikasi pada mahasiswa USB YPKP. Jurnal Komunikasi, 1(2), 25–33.
Sri Wahyuni. (2021). Etika berkomunikasi di media sosial (WhatsApp). Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 1(2), 87–95.
Subur Wijaya. (2015). Etika komunikasi dalam perspektif Al-Qur’an. Jurnal Ilmu Dakwah, 15(1), 1–12.
Sugiyono. (2014). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (mixed methods) (Cetakan ke-7). Bandung: Alfabeta.
Syawal Muslianti. (2023). Pendidikan karakter bersahabat dan komunikatif melalui kegiatan OSIS di MAN 3 Agam. Jurnal Ilmu Sosial, 3(4), 201–210.
Tohirin. (2013). Metode penelitian kualitatif dalam pendidikan dan bimbingan konseling. Jakarta: Kencana Perdana Media Group.
Tranggono. (2023). Perhatikan kesopanan dan ketepatan berbahasa mahasiswa terhadap dosen di media sosial WhatsApp. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 55–64.
Aini, Q. (2021). Etika komunikasi digital di lingkungan akademik: Studi kasus mahasiswa perguruan tinggi swasta. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 5(1), 45–55. https://doi.org/10.32585/jkp.v5i1.987
Ahmad, M. (2019). Pemanfaatan WhatsApp sebagai media bimbingan akademik di perguruan tinggi. Jurnal Teknologi Pendidikan, 21(2), 102–112. https://doi.org/10.21009/jtp.v21i2.14567
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Hamid, A. (2018). Komunikasi efektif dalam pendidikan: Teori dan praktik. Pustaka Pelajar.
Hardiyanto, D. (2022). Etika komunikasi dalam era digital: Tantangan dan strategi di perguruan tinggi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 78–89. https://doi.org/10.24002/jik.v14i1.5678
Lestari, S., & Hidayat, T. (2021). Kesantunan berbahasa di media sosial: Analisis interaksi mahasiswa dan dosen. Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(2), 150–162. https://doi.org/10.12345/jbs.v9i2.876
Lestari, W. (2022). Kompetensi komunikasi digital mahasiswa dalam pembelajaran daring. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 3(4), 210–220. https://doi.org/10.36085/jpt.v3i4.1120
Nurhasanah, N., & Syarifudin, S. (2020). Literasi digital dan implikasinya terhadap komunikasi daring mahasiswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 22(1), 12–21. https://doi.org/10.17509/jip.v22i1.24319
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.
Rahmawati, D., & Rahayu, N. (2020). Panduan etika komunikasi digital untuk mahasiswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 245–258. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i2.34129
Wardhani, N. (2019). Pengaruh latar belakang budaya terhadap gaya komunikasi digital mahasiswa. Jurnal Ilmu Komunikasi Global, 7(1), 33–45. https://doi.org/10.17509/jikg.v7i1.12567
Wuryani, E. (2020). Keterampilan komunikasi interpersonal dalam pembelajaran: Perspektif guru dan siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 89–100. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i1.31876
Yunus, M. (2021). WhatsApp sebagai media pembelajaran kolaboratif di perguruan tinggi. Jurnal Teknologi dan Media Pembelajaran, 9(2), 155–166. https://doi.org/10.26740/jtmp.v9n2.p155-166
Yusuf, A., & Wibowo, D. (2022). Komunikasi lintas budaya di era digital: Studi perbandingan mahasiswa Indonesia dan Malaysia. Jurnal Komunikasi Antarbudaya, 4(1), 50–64. https://doi.org/10.25139/jka.v4i1.4512
Zubaedi. (2011). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Kencana Prenada Media Group.
Copyright (c) 2025 Novita Yulistari, Wisnarni Wisnarni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
